“Sesungguhnya setiap orang di antaramu
dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah,
kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi
segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah
kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya
menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan
amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Pada Bulan April lalu, janinku berusia 4
bulan. Masa di mana ruhnya telah ditiupkan, serta digariskan takdirnya.
Rangkaian doa aku rapal untuk kebaikan ia di masa depannya. Kami nggak bisa
jadi orang tua yang sempurna. Namun, kami bisa mengusahakan yang terbaik.
Sementara di rumah Cilacap, orang tuaku juga mengadakan pengajian kecil buat
mendoakan keselamatan janinku. Seremoni sederhana, hanya mengundang tetangga
kiri-kanan dan pondok pesantren anak yatim piatu.

