Tampilkan postingan dengan label Khas Daerah. Tampilkan semua postingan

Uniknya Alat Transportasi Umum di Nusa Tenggara Timur


 Tadi saya bermaksud hendak merapikan foto-foto tahun 2012 ke dalam berbagai folder dan menemukan kumpulan foto unik semasa saya masih berdomisili setahun di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kali ini bukan foto obyek wisata maupun pemandangan, tetapi alat transportasi umum yang ada di sana.

Soto Sokaraja, Sajian Soto Khas Banyumas


Soto, sebuah hidangan berkuah asli Indonesia, bisa disajikan dengan berbagai bumbu yang beragam. Sehingga tak jarang banyak daerah di Indonesia yang memiliki soto khas masing-masing. Jika anda berkunjung ke ‘area wong ngapak’ alias daerah Banyumas dan sekitarnya (Purwokerto, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap), jangan lupa untuk bertandang ke warung mencicipi sajian Soto Sokaraja. Bagi yang udah pernah nyicipin dan bagi yang berdomisili di area wong ngapak, pasti paham banget sama soto ini.

Yap. Keunikan soto sokaraja ini terletak pada penambahan kupat atau lontong pada sotonya.  Makin gurih jika dalam pembuatan kuah kaldunya ditambahkan santan encer . Ketika dihidangkan, kuahnya dicampur sambal kacang yang perpaduan rasanya menggoyang lidah. Pedas, manis dan segar.  . Di akhir penyajian, ditambahkan kerupuk warna-warni. Perpaduan yang mantap antara kuah, sambal kacang, tauge, daging sapi, siap disantap hangat. Wah, makin meriah saja nih!

Untuk membuatnya nggak susah kok. Anda bisa mencoba mempraktikkan sendiri di rumah. Jadi kalau sedang berada di luar area Banyumas dan sekitarnya lalu tertarik ingin mencoba, bikin sendiri saja! Belum lama ini saya membuat sendiri Soto Sokaraja di rumah. Yach...sambil mengisi waktu luang ketika rumah sepi...orang rumah pada ngantor. Waktu itu sempat bingung karena di kulkas nggak ada daging sapi! Wah...mana nggak bisa ke pasar lagi, kendaraan terpakai semua. Untunglah saya menemukan sebungkus daging sapi di warung dekat rumah. Fiuhh... 

Berikut resepnya. Anda bisa berkreasi menambah-kurangi bumbu kalau kurang pas. Kalau kuah kurang gurih, bisa ditambahkan penyedap rasa.
Catatan: Saya menambahkan daging ayam yang disuwir, nggak ditambahin kedelai goreng dalam penyajiannya nggak pake kupat lontong (pake nasi terpisah soalnya udah terlanjur masak nasi) dan pake kerupuk putih.

Resep ala Ina ini telah diujicoba di Dapur Ina. Itung-itung sekalian mempromosikan sajian khas daerah sendiri. Hohoho. Stay tune, pemirsa! Ini dia....

Soto Sokaraja

Untuk : 5 porsi

Bahan:
bahan dan bumbu halus yg telah ditumis

800 ml air
200 ml santan encer
Sandung lamur, tetelan atau daging sapi
70 gr soun
70 gr tauge (cambahnya kacang ijo)
2 cm jahe, memarkan.
1 tangkai serai, memarkan
3 sdm kecap manis
Lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
Daun seledri



Bumbu (Haluskan kemudian tumis)
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm kunyit, bakar
3 butir kemiri, sangrai
1 sdt garam
Merica, Ketumbar, pala

Bahan pelengkap untuk penyajian:
Irisan loncang, bawang goreng, daging ayam yang telah disuwir, kerupuk goreng.

Bumbu sambal kacang
Goreng 150 gram kacang tanah. Haluskan bersama 3 cabe rawit merah, 3 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, garam, 1 sdm gula merah dan 1 sdm air asam.

Cara Membuat:
1.Rebus daging setengah matang untuk kaldu.
2.Masukkan santan encer, bumbu halus yang telah ditumis ke dalam kuah kaldu. Tambahkan jahe, daun seledri, serai, kecap manis, lengkuas dan daun salam.
3.Biarkan hingga matang.
belum dikasih kuah

4. Racik mie soun, tauge, irisan loncang, bumbu sambal kacang dan suwiran daging ayam ke dalam mangkok. Tambahkan kuah kaldu. Taburi bawang goreng dan kerupuk.
5. Sajikan hangat.
Selesai! Siap disantap.

Tertarik? Selamat Mencoba!