Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

[Kuliner Bogor] ~ Pasar Ah Poong , Sentul City




Ah Poong
  “Jalan-jalan kemana kita?” tanya Kak Irma. Orang satu ini ngga ada capeknya untuk urusan jalan-jalan.
 “Tenjolaya mau? Tempat Mbak Titin. Liat air terjun.”
Manfaatin hari libur merah yang tinggal sehari, aku nawarin ide ke Kak Irma untuk jalan-jalan di seputar Bogor. Iyaaa. Libur hari maulid nabi aku ngga pulang kampung hiks hiks.
“Ah. Kapan-kapan saja sekalian nginap. Cari tempat lain.”
“Sentul City yuk. Kita makan di atas sungai sambil berenang....” jawabanku mulai ngelantur.

Memanjakan Lidah di Imperial Cakery~ Margo City~ Depok

sumber foto ini dari IG @imperial_cakery



Hai haiii…readers! Met weekend ya. Yang mau ngeriung (ngumpul) bareng kolega, temen, ato keluarga ke Margo City Depok boleeh lho mampir ke Imperial Cakery. Awal bulan kemarin saya memanjakan lidah dengan sajian lezat dari restoran ini. Di sini tersedia aneka macam food and beverages, pilihan cake juga ada. Tapi engga melulu menunya cake semua. Tersedia juga dessert variatif dan main course dalam pilihan menu western dan Indonesia.

Imperial Cakery merupakan salah satu dari restoran yang berada di bawah naungan Imperial Group. Didukung dengan tempat yang bersih, tatanan ruangan berkelas dan music lembut, pengunjung betah ni berlama-lama di sini. Adapun pilihan menu yang saya pesan adalah:

Icip-icip Dessert Lezat ala GB Bistro &Dessert ~ Senayan City Mall Jakarta



sumber foto : blog Mba Winda http://gulanyagulali.blogspot.com/

Di kala weekend yang kebetulan ngga ada tambahan tugas dari tempat kerjaan, maka pada saat itulah gravitasi tempat tidur saya seolah meningkat besarannya dua kali lipat. .Tapi hari itu, Sabtu 28 November 2015 saya ngga seharian bermalas-malasan di kos, karena siangnya saya ada undangan launching New Varian Gelato dari GB Bistro & Dessert. Lokasinya di Senayan City Mall (Senci).

Kuliner di Waroeng Mee, Tempat Nongkrong Asyik di Jakarta Pusat

Waroeng Mee, tempat kuliner enak di Jakarta


 Yang terlintas di pikiran saya saat pertama kali mendengar nama “Waroeng Mee” adalah semacam tempat nongkrong Jakarta yang menu makanannya didominasi oleh mie. Ternyata tebakan saya cukup meleset. Memang sih, banyak inovasi menu di sini yang terbuat dari bahan dasar indomie. Namun, menunya ngga hanya mie. Banyak sekali menu-menu selain mie mulai dari cemilan dan kue yang ringan-ringan hingga menu yang bikin kenyang.

Jelajah Kuliner Nusantara di Festival Jajanan Bango 2015 ~ Jakarta



“Kalo mau ke Plaza Barat Senayan mending turun di halte Gelora Bung Karno ato Bunderan Senayan ya?” tanya saya pada petugas di dalam Bus Trans Jakarta yang sedang melaju.
“Oh, mending di halte Bunderan Senayan aja Neng...”jawab si petugas kalem.
Si Alin mengiyakan. “Iya di sana aja Mba Ina...kan di twitter disebutin kalo lokasinya di Plaza Barat Senayan....”
Bus hampir melewati halte Gelora Bung Karno (GBK). Sambil bergelantungan, dari kejauhan saya melihat tenda-tenda pameran berwarna putih.
“Apa ngga turun di GBK aja Lin?” kedua alis saya bertaut.
“Mending di sini aja deh...” tawar Mba Femy.
“Tapi lokasinya di Plaza Senayan...udah kita turun di Senayan aja...” kata Alin lagi. Kami akhirnya sepakat. Sepakat mendulang kesalahan juga hehehe karena ternyataaaa....

Kuliner Hepi di Happy Day Resto

Happy Day Resto


Saya sama sekali ngga nyangka akan menemukan suasana western yang homy sekaligus cozy di dalam Happy Day Resto. Dilihat sepintas dari depan, restoran yang didirikan pada 8 Oktober 1993 ini ngga lebar. Warna cat di bagian eksterior didominasi warna hijau muda. Tampak security berjaga di depan restoran. Saat kaki ini melangkah masuk......saya terpana. Don’t judge a restaurant by its cover, adalah pepatah yang tepat buat Happy Day Resto.

Sate Ambal Khas Kebumen, Nyam Nyam Nyam!

Alhamdulilah rumah sudah move on dari abu vulkanik. Entah deh, tu debu nyasar sampe Cilacap segala. Sampe-sampe berasa nyuci rumah sekalian isinya huahaha *tawa miris*
Hmmm daripada ngomongin abu, mendingan ngomongin kuliner lagi ah! Sobat ada yang pernah ke daerah Kebumen, Jawa Tengah? Kalo misalnya kapan-kapan nyangkut di sana, tersesat, main, mbolang atau sekedar numpang lewat di sana, luangkan waktu sejenak untuk minta sumbangan, upsss.... sori sori, pura-pura salah ketik. Untuk KULINER sate ambal! Sebenernya di Cilacap juga ada warung makan yang khusus menjual Sate Ambal khas daerah Ambal, Kebumen ini sih. Rasanya nggak beda. Tapi lebih afdol kuliner langsung di daerah asalnya kan? Iya kan? Iyain aja deh. *maksa*

Nasi Krawu, Masakan Khas Gresik



 Saat main ke rumah Vida ke Gresik belum lama ini, sahabat saya itu mengajak saya untuk mencicipi kuliner khas daerahnya.  Kuliner khas Gresik, Jawa Timur adalah nasi krawu. Yap. Saya lihat banyak tempat menjual nasi krawu, mulai dari pedagang di pasar, warung hingga rumah makan. Bahkan, terkadang ada yang menjajakan masakan khas Gresik ini di pinggir jalan di Surabaya. Nama nasi krawu belum pernah saya dengar sebelumnya sehingga sukses membuat saya penasaran kayak apa sih rasanya ?

Soto Sokaraja, Sajian Soto Khas Banyumas


Soto, sebuah hidangan berkuah asli Indonesia, bisa disajikan dengan berbagai bumbu yang beragam. Sehingga tak jarang banyak daerah di Indonesia yang memiliki soto khas masing-masing. Jika anda berkunjung ke ‘area wong ngapak’ alias daerah Banyumas dan sekitarnya (Purwokerto, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap), jangan lupa untuk bertandang ke warung mencicipi sajian Soto Sokaraja. Bagi yang udah pernah nyicipin dan bagi yang berdomisili di area wong ngapak, pasti paham banget sama soto ini.

Yap. Keunikan soto sokaraja ini terletak pada penambahan kupat atau lontong pada sotonya.  Makin gurih jika dalam pembuatan kuah kaldunya ditambahkan santan encer . Ketika dihidangkan, kuahnya dicampur sambal kacang yang perpaduan rasanya menggoyang lidah. Pedas, manis dan segar.  . Di akhir penyajian, ditambahkan kerupuk warna-warni. Perpaduan yang mantap antara kuah, sambal kacang, tauge, daging sapi, siap disantap hangat. Wah, makin meriah saja nih!

Untuk membuatnya nggak susah kok. Anda bisa mencoba mempraktikkan sendiri di rumah. Jadi kalau sedang berada di luar area Banyumas dan sekitarnya lalu tertarik ingin mencoba, bikin sendiri saja! Belum lama ini saya membuat sendiri Soto Sokaraja di rumah. Yach...sambil mengisi waktu luang ketika rumah sepi...orang rumah pada ngantor. Waktu itu sempat bingung karena di kulkas nggak ada daging sapi! Wah...mana nggak bisa ke pasar lagi, kendaraan terpakai semua. Untunglah saya menemukan sebungkus daging sapi di warung dekat rumah. Fiuhh... 

Berikut resepnya. Anda bisa berkreasi menambah-kurangi bumbu kalau kurang pas. Kalau kuah kurang gurih, bisa ditambahkan penyedap rasa.
Catatan: Saya menambahkan daging ayam yang disuwir, nggak ditambahin kedelai goreng dalam penyajiannya nggak pake kupat lontong (pake nasi terpisah soalnya udah terlanjur masak nasi) dan pake kerupuk putih.

Resep ala Ina ini telah diujicoba di Dapur Ina. Itung-itung sekalian mempromosikan sajian khas daerah sendiri. Hohoho. Stay tune, pemirsa! Ini dia....

Soto Sokaraja

Untuk : 5 porsi

Bahan:
bahan dan bumbu halus yg telah ditumis

800 ml air
200 ml santan encer
Sandung lamur, tetelan atau daging sapi
70 gr soun
70 gr tauge (cambahnya kacang ijo)
2 cm jahe, memarkan.
1 tangkai serai, memarkan
3 sdm kecap manis
Lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
Daun seledri



Bumbu (Haluskan kemudian tumis)
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm kunyit, bakar
3 butir kemiri, sangrai
1 sdt garam
Merica, Ketumbar, pala

Bahan pelengkap untuk penyajian:
Irisan loncang, bawang goreng, daging ayam yang telah disuwir, kerupuk goreng.

Bumbu sambal kacang
Goreng 150 gram kacang tanah. Haluskan bersama 3 cabe rawit merah, 3 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, garam, 1 sdm gula merah dan 1 sdm air asam.

Cara Membuat:
1.Rebus daging setengah matang untuk kaldu.
2.Masukkan santan encer, bumbu halus yang telah ditumis ke dalam kuah kaldu. Tambahkan jahe, daun seledri, serai, kecap manis, lengkuas dan daun salam.
3.Biarkan hingga matang.
belum dikasih kuah

4. Racik mie soun, tauge, irisan loncang, bumbu sambal kacang dan suwiran daging ayam ke dalam mangkok. Tambahkan kuah kaldu. Taburi bawang goreng dan kerupuk.
5. Sajikan hangat.
Selesai! Siap disantap.

Tertarik? Selamat Mencoba!

Kuliner Tegal : Sate dan Sop Kambing Balibul


Foto: Ina

Ragam olahan sate kambing dapat disajikan menjadi berbagai jenis masakan khas nusantara. Di Tegal, daging kambing juga memberikan suguhan sate kambing dan sop kambing yang memiliki cita rasa berbeda dengan daerah lainnya. Ketika Anda pergi ke Tegal, anda akan menemukan warung sate dan sop kambing khas Tegal yang bertaburan di seluruh penjuru daerah ini.  Daging kambing yang digunakan adalah daging kambing berusia di bawah lima bulan (balibul), bahkan banyak yang usianya masih di bawah tiga bulan (batibul).  Ya. Inilah santapan yang terkenal di Tegal, Jawa Tengah.
Kali ini, saya bareng bulik mengunjungi warung sate dan sop kambing balibul yang berlokasi di belakang PLN Slawi-Kabupaten Tegal. Nggak lama setelah memesan, menu pesanan kami datang. Nah ini dia, sate kambing dan sop kambing khas Tegal. Disajikan dengan bumbu sambal kecap serta tambahan irisan tomat dan bawang.  Satenya terasa sangat empuk dan gurih.  Kombinasi bumbu rempah yang digunakan dalam sop kambing juga terasa pas, tidak terlalu kental, menjadikan sop terasa meresap di lidah dan nikmat disantap panas-panas. Daging kambing yang digunakan untuk sop adalah bagian iga dan dekat tulang lunak. Kami juga memesan minuman teh khas tegal, yaitu Teh Poci. Aromanya dan rasanya segar dengan wangi teh yang alami menyempurnakan selera kuliner. Memang, selalu ada yang berbeda dari sajian daging kambing di berbagai daerah, termasuk Tegal. Walaupun mungkin hanya modifikasi dan takaran bumbunya yang berbeda. Namun, kreasi bumbu ini tentu memperkaya keanekaragaman kuliner di nusantara.

Mari makan! 


Price:
2 porsi sate kambing + 2 gelas teh poci + 2 porssi nasi + 1 porsi sop kambing = Rp.66.000
Ditraktir bulik. hehehe 
Lokasi : Dekat PLN Slawi, Tegal, Jawa Tengah

Sate Klathak, Yummy!!!

Membaca sebuah artikel di kompas yang membahas tentang wisata kuliner sate klathak http://bit.ly/azi2Hc , saya jadi teringat saat kuliner makan sate klathak bersama teman-teman. Tepatnya  di daerah Pleret kabupaten Bantul, saat itu kami kuliner pada 23 Juli 2010.
Ciri khas lain dari sate ini selain dari bumbu dan cara pengolahannya , yaitu penyajiannya yang menggunakan tusuk sate dari jeruji sepeda. Cukup unik memang . Setiap porsi terdiri dari dua tusuk sate , nasi beserta minuman teh/jeruk. Kami mengeluarkan kocek yang cukup terjangkau untuk kalangan mahasiswa . Berempat cukup 50 ribu. Sate Klathak tidak berbeda jauh dengan sate kambing biasa , tapi nggak ada salahnya nih kalau para pecinta kuliner mencoba sate klathak :-p
Menurut penjualnya , sate ini dibuat hanya dengan bumbu garam tanpa ada bumbu-bumbu lainnya.Sate klathak menyajikan rasa daging kambing yang alami atau murni rasa daging karena hanya ditaburi garam sebagai penyedap rasa.  Sedangkan dari penyajiannya, sate klathak dihidangkan dengan nasi hangat serta kuah gulai kambing rasa pedas merica dan bumbu pedas sambal kecap.