[ My First Pregnancy Story ] 4 Bulanan



“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada Bulan April lalu, janinku berusia 4 bulan. Masa di mana ruhnya telah ditiupkan, serta digariskan takdirnya. Rangkaian doa aku rapal untuk kebaikan ia di masa depannya. Kami nggak bisa jadi orang tua yang sempurna. Namun, kami bisa mengusahakan yang terbaik. Sementara di rumah Cilacap, orang tuaku juga mengadakan pengajian kecil buat mendoakan keselamatan janinku. Seremoni sederhana, hanya mengundang tetangga kiri-kanan dan pondok pesantren anak yatim piatu.

[One Day Trip #Part 3 #End] Jalan-jalan ke Kebun Teh Puncak dan Safari Night Bogor


Rangkaian tulisan sebelumnya :


Jalur Puncak Bogor yang pake sistem buka-tutup ngga begitu ngefek buat saya dan Kak Irma karena kami naik motor. Setelah bersenang-senang liat aneka bunga di Taman Bunga Nusantara,  kami lanjut menyusuri jalanan menuju arah Bogor. Hmmm…namanya juga perempuan. Liat bunga beneran aja udah seneng, apalagi kalo dikasih bunga dari abang deposito dari bank :-p

[One Day Trip #Part 2] Taman Bunga Nusantara : Keindahan Warna di Puncak



Setelah dari Little Venice, saya dan kak Irma jalan-jalan ke Taman Bunga Nusantara yang masih berlokasi di sekitar kawasan Puncak. Walaupun udah masuk ke wilayah Cianjur, tetap aja terdengar familiarnya daerah Puncak Bogor karena memang ada di lokasi perbatasan antara kedua kabupaten tersebut.

[One Day Trip #Part 1] Nuansa Ala Venezia di Little Venice, Kota Bunga, Cianjur



Ide one day trip alias nge-trip sehari di sekitar Bogor, muncul tiba-tiba di kepala saya. Soalnya Sabtu libur dan saya ngga pulang. Padahal Seninnya Idul Adha dan umumnya teman-teman pulang. Ajakin Kak Irma main aja deh. Teman yang sebenernya ngga mau dipanggil ‘kak’ ini  ngga mungkin pulang ke Medan :p Begitu aku tawarin, dia mau dan langsung nge-bis dari Bandung  ke kosnya di  Cibinong. 

Mendadak ke Pantai Baru, Bantul, DIY di Tahun Baru


Pantai Baru di Tahun Baru

Kami ngga ada niatan kemari. Justru yang dadakan itu seringkali terlaksana ketimbang agenda wisata yang direncana jauh-jauh hari. Makanyaaa, tahu bulat digoreng dadakan.Jadi! Wkwkwk. Kok bisa nyangkut ke Pantai Baru? Awalnya ada urusan keluarga yang batal. Kebetulan kami sudah sampai di Bantul dan mau pulang ke Cilacap lewat jalur Srandakan Bantul lurus sampai area Petanahan Kebumen.
Ide usil saya tiba-tiba aja terlontar.
“Pak, di dekat sini kan ada Pantai Baru. Main ke sana dooonnng….”