MPASI Sarah 6 Months (Day 1-7)




MPASI Sarah 6 Months (Day 1-7)
Menu utama: Bubur Hati Ayam

Bahan:
🌸Tepung Beras
🌸Ati ayam
🌸Air
🌸 Jahe
🌸Jeruk nipis
🌸 Daun bawang
🌸Bawang bombay

Cara Membuat :
🌸Buat bubur dari tepung beras + air direbus sampai mengental.
🌸 Cuci ati ayam. Beri perasan jeruk nipis sebentar untuk menghilangkan bau amis.
🌸Rebus setengah matang dengan seruas jahe yang sudah digeprek.
🌸Pisahkan ati dengan jahe. Kukus ati ayam sampai matang. Beri irisan bawang bombay dan daun bawang di atasnya.
Lebih oke lagi kalau ada daun jeruk, tapi di warung deket rumah habis.
🌸Pisahkan hati ayam dari bumbu aromatik. Haluskan ati ayammya aja dan buang sisa kukusan bumbu aromatik.
🌸Pisahkan di storage untuk mengatur porsi makan.
🌸Campur dengan bubur tepung beras. Atur tekstur dengan air/ASIP/kaldu.
🌸Optional : Boleh tambahkan lemak tambahan (LT) 0,5 sdt saat hendak dikonsumsi. Aku pas hari ke 4 ga pake LT, hari ke 5 pake evoo.
🌸Takaran makan kurleb 2 sdm sekali makan tapi sesuaikan dengan kondisi bayi.
🌸Hasil : Sarah lahap.

Menu Selingan : Pure Alpukat + Asip
Cara Membuat :
Kerok alpukat dan haluskan dengan saringan kawat. Kerok bagian bawah saringan. Aku campur asip buat ngatur tekstur. Sarah masih awal2 MPASI jadi sekaligus ngenalin rasa biar ngga kaget, masih dicampur ASIP. Untuk buah tidak perlu diberi LT.
Hasil : Sarah lahap, tidak bermasalah.


Hari ketujuh MPASI (12 Maret 2019), Sarah kenalan dengan menu 4 bintang. Alhamdulillah mamamnya lahap dan cocok.
.
🥜Prona : Edamame
🍖Prohe : Daging sapi giling
🥒Sayur : Oyong
🍙Karbo : Tepung beras
🌯LT (optional) : Unsalted Butter (UB)

Cara Membuat Ala Bunda:
1. Buat bubur dari tepung beras.
2. Rebus daging sapi giling.
3. Rebus edamame dan oyong
4. Haluskan daging giling, edamame, oyong. Karena Sarah masih belajar mengenal makanan, aku blender dulu trus aku saring. Campur dengan bubur beras. Tambahkan UB 0,5 sdt, meleleh sendiri saat makanan masih panas/hangat.
5. Sajikan dengan penuh cinta
❤️


Persiapan MPASI Sarah






Taraaaa..
Senang sekali bisa nyicil ngetik blog. Inipun karena lagi senggang di sekolah. Kalo di rumah nggak ada banyak waktu lagi karena suami dan aku berjibaku dengan kerjaan rumah ditambah momong baby Sarah. Bentar lagi Sarah MPASI lho. Dihitung dari tanggal lahir sih 180 harinya tu 4 atau 5 Maret 2019. Sedangkan kalo dihitung usia, tepat 6 bulannya pas 6 Maret 2019. Sebagai mak emak yang baru punya anak pertama, tentunya menyiapkan MPASI adalah hal baru bagiku. Dag dig dug doonk ahaaahaha tapi aku ngga mau nyerah.

Mengenal Budaya Ende sebagai Bagian dari Kekayaan Budaya Indonesia



Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam dan kebudayaan yang melekat di setiap daerahnya. Setiap daerah memiliki kearifan budaya yang menjadikannya unik. Salah satunya adalah budaya masyarakat Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Saya sangat beruntung pernah diberikan kesempatan tinggal di sini selama setahun untuk mencicipi nuansa Ende, menikmati budayanya dan melihat kearifan lokal masyarakatnya dari jarak dekat.

Pengalaman Mengajar di Daerah 3T

Berbicara tentang sosok guru, banyak kenangan indah yang masih melekat di benak saya.  Ingatan tentang Bapak-Ibu guru saat saya masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Ketelatenan mereka dalam menerangkan materi, kesabaran mereka saat membimbing saya lomba bidang studi, hingga semangat mereka saat memotivasi murid-muridnya . Bagi saya, guru merupakan sebuah profesi panggilan hati.

Akhirnya saya bisa merasakan berada dalam posisi menjadi seorang guru. Semua berawal saat saya menamatkan bangku kuliah S1 tahun 2011 dan memutuskan mengikuti SM-3T angkatan I. Program ini diadakan oleh DIKTI KEMENDIKBUD yang bertujuan untuk membantu mengatasi kekurangan guru di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T) sekaligus menyiapkan calon guru profesional yang memiliki jiwa untuk mencerdaskan anak bangsa, mandiri, tangguh dan peduli terhadap sesama.
Selama satu tahun, peserta akan ditugaskan untuk berpartisipasi sebagai pendidik di daerah 3T.  Tugas peserta tidak hanya menjadi guru yang mengajar di sekolah, melainkan juga menjalankan tugas sosial kemasyarakatan. Setelah setahun, penugasan akan dilanjutkan oleh peserta angkatan berikutnya. Saya mendapatkan daerah penempatan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur untuk masa penugasan selama setahun mulai dari bulan Desember 2011. 
Perjalanan dari Kota Ende menuju Nangapanda, lokasi penugasan saya
Saya di lokasi penempatan
  Untuk menuju lokasi penempatan, saya cukup menggunakan oto (bemo) dari kota Ende selama 1,5 jam saja. Bemo ini beroperasi lancar setiap hari dari pagi hingga maghrib. Kontur jalanan dari kota Ende menuju lokasi penempatan terbilang mudah ditempuh. Jalannya halus dan beraspal, tetapi berliku, serta dihiasi tebing, jurang dan pantai di sisinya.

[ My First Pregnancy Story ] 4 Bulanan



“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada Bulan April lalu, janinku berusia 4 bulan. Masa di mana ruhnya telah ditiupkan, serta digariskan takdirnya. Rangkaian doa aku rapal untuk kebaikan ia di masa depannya. Kami nggak bisa jadi orang tua yang sempurna. Namun, kami bisa mengusahakan yang terbaik. Sementara di rumah Cilacap, orang tuaku juga mengadakan pengajian kecil buat mendoakan keselamatan janinku. Seremoni sederhana, hanya mengundang tetangga kiri-kanan dan pondok pesantren anak yatim piatu.