Tahun lalu, saya menjalankan
pengabdian mengajar setahun di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal).
Saya mendapatkan daerah penempatan di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara
Timur. Hal yang pertama kali ditakutkan
oleh Ibu saya adalah :
“Bagaimana kalau nantinya kami lost
contact dengan kamu?”
Kekhawatiran yang wajar dari seorang
Ibu. Bayangan bahwa nantinya di sana anaknya mengalami kendala besar dalam
berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Jika ada kendala dalam komunikasi,
tentunya saya akan kesulitan mengabarkan kondisi saya kepada keluarga di rumah.
Atau yang lebih parah lagi, harus berjalan kaki sekian kilometer untuk
mendapatkan segaris penyelamat bernama sinyal seluler. Mungkin juga Ibu takut
anaknya lenyap di daerah 3T. Hwahahahah. Kalau saya sendiri sih sudah rela dan
mempersiapkan mental jika sampai terisolir karena sulit sinyal. Toh, hanya
setahun.
Lalu, apa yang terjadi? Yuk,
#BacaCeritaku !
