Terpikat Foto Pantai di Malang Selatan (Jalan Bareng Kawan PPL-PPG # Bagian 1)


Saya kembali mendapatkan kesempatan jalan-jalan ke Malang. Kali ini bersama rombongan kawan-kawan di lokasi tempat saya praktik mengajar di Surabaya. Total ada 15 orang yang ikut dalam rombongan ini. Rombongan berasal dari berbagai program studi dan satu lokasi sekolah tempat praktik mengajar dan penelitian tindakan kelas. Jumlah yang banyak membuat kami memilih menyewa kendaraan minibus dari Surabaya.

Study Tour ke LaPas Anak Kelas IIA Blitar dan Makam Bung Karno


Di area makam Bung Karno ada ukiran seperti ini di dinding.
 Peta Indonesia, tulisan proklamasi dan pahatan. Keren.


Apa yang pertama kali terlintas di benak kita saat mendengar kata “penjara”?
Sebuah tempat pembinaan untuk narapidana yang perbuatannya melanggar hukum.  Lebih tepat dan ‘halus’ jika saya katakan Lembaga Permasyarakatan (disingkat Lapas atau LP) saja ya, readers :-)  

Rombongan berkesempatan ke LaPas Anak kelas II A Blitar, Jawa Timur dalam sebuah acara kunjungan belajar (study tour) yang disepakati oleh dosen ketua jurusan pada bulan Juni 2013 lalu. Wah...udah setengah tahun yang lalu ya. Saat itu bertepatan dengan berakhirnya workshop Pendidikan Profesi Guru semester ganjil.  Rombongan berangkat dari Surabaya pukul 05.30 WIB dari Surabaya. Dosen-dosen pendamping kami lebih on time dan sudah menunggu di bus sebelum jam pemberangkatan. Salut untuk Bapak dan Ibu dosen!

Ekspedisi ke Gunung Bromo

Keberangkatan


Dua tahun lalu, seorang rekan saya, Yunus memajang foto-fotonya di Facebook. Foto-foto perjalanan ke Bromo bermotor ria bersama teman-teman klub Jogja MegaPro-nya. Saat itu saya Cuma bisa komen : “Keren!” sambil berandai-andai andai saya ke sana. Saya ingin ke sana! Kawasan Gunung Bromo itu masuk ke dalam Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Nggak diduga, awal Juni 2013 ada teman PPG yang nawarin ke Bromo. Kebetulan sisa kursi di mobilnya Mas Wisnu masih sisa 2-3 gitu. Rencana keberangkatan tanggal 5 Juni karena Kamis, 6 Juni-nya libur tanggal merah. Wow. It’s great! Maklumlah pada tanggal segitu kuliah masih padat. Kami tetaplah manusia-manusia yang butuh hiburan bernama liburan dengan acara plesiran. Walaupun Jumat, 7 Juni harus masuk kuliah. Hahaha. Saya  dan Mbak Anis tetap antusias menyambut tawaran manis itu. Iurannya 80.000/orang untuk transportasi kendaraan. Sip....bungkus!

#Potret: Mengajar itu Berbagi Ilmu

Berbagi tidak harus dengan uang. Dengan sedikit ilmu yang saya punya, saya dan seorang sahabat berinisiatif membantu Pak Ustad mengajar anak-anak beragama Islam usia SD-SMP di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Dusun pu'uwaru- Kab.Ende, Flores NTT. Desa ini memiliki penduduk dengan agama 70% katholik dan 30% muslim dengan kerukunan dan toleransi antar agama tinggi.
Foto (duduk di pojok kanan,berkerudung hijau muda) diambil pada Agustus 2012.
Lokasi : Kabupaten Ende, Flores, NTT.
 Kesederhanaan fasilitas tidak menghalangi niat anak-anak ini untuk menuntut ilmu, membaca huruf demi huruf iqro dan Al-Qur'an serta melafadzkan doa maupun memuji keagungan ilahi.


Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi.

Tetap Eksis di Daerah 3T dengan Blackberry dan simPATI

Tahun lalu, saya menjalankan pengabdian mengajar setahun di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal). Saya mendapatkan daerah penempatan di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.  Hal yang pertama kali ditakutkan oleh Ibu saya adalah :
“Bagaimana kalau nantinya kami lost contact dengan kamu?”
Kekhawatiran yang wajar dari seorang Ibu. Bayangan bahwa nantinya di sana anaknya mengalami kendala besar dalam berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Jika ada kendala dalam komunikasi, tentunya saya akan kesulitan mengabarkan kondisi saya kepada keluarga di rumah. Atau yang lebih parah lagi, harus berjalan kaki sekian kilometer untuk mendapatkan segaris penyelamat bernama sinyal seluler. Mungkin juga Ibu takut anaknya lenyap di daerah 3T. Hwahahahah. Kalau saya sendiri sih sudah rela dan mempersiapkan mental jika sampai terisolir karena sulit sinyal. Toh, hanya setahun.
Lalu, apa yang terjadi? Yuk, #BacaCeritaku !